Futurologis Memandang Masa Depan

OPINI
FUTUROLOGIS MEMANDANG MASA DEPAN
Oleh : Rohmat, S. Pd., M. Pd.I

Berakhirnya tahun ajaran 2009-2010 dan menghadapi tahun ajaran baru 2010-2011, bagi dunia pendidikan dipandang sebagai isyarat untuk menghadapi masa depan yang penuh dengan tantangan dan tingkat kesulitan tinggi yang harus dihadapi oleh generasi penerus. Menatap masa depan, dapat diibaratkan menatap suatu pandangan yang sangat menakjubkan dan sekaligus mengerikan. Menatap masa depan bukan hanya menjanjikan kemudahan tapi juga kesulitan. Hanya bagi mereka yang memiliki kemampuan dan kualitas tinggi yang akan mampu tampil dimasa depan.
Untuk menjawab tantangan dan persoalan masa depan itu, tidaklah cukup dengan teori-teori yang membuat kepala pusing, melainkan memerlukan persiapan-persiapan dari berbagai sisi disertai partisipasi aktif segenap lapisan masyarakat. Disamping masyarakat pendidikan formal, juga dibutuhkan peran aktif dari masyarakat non-formal.
Masa depan seringkali diidentikkan dengan dengan generasi penerus. Yaitu generasi masa depan yang memiliki kualitas dan tanggungjawab terhadap kelangsungan hidup bangsa dan negara. Maka dari itu, untuk menyongsong masa depan yang penuh dengan tantangan itu, diperlukan generasi terdidik. Generasi yang terdidik dalam arti generasi yang dapat membekali dirinya dengan keahlian dan kemampuan. Dengan demikian nampak semakin jelas, bahwa persoalan masa depan lebih banyak tertumpu pada pendidikan. Keberhasilan kita (pemerintah) menghadapi tantangan dan persoalan masa depan, akan tergantung kepada keberhasilan kita dalam mendidik generasi penerus.
Permasalahan masa depan inilah yang menjadi fokus pembicaraan para futurologis, yaitu sekumpulan orang atau para ahli dari berbagai disiplin yang mencoba mengkaji berbagai kemungkinan dan kecendrungan yang bakal terjadi di masa depan dengan memperhitungkan berbagai gejala di masa lampau dan masa kini.
Sudah menjadi sunnatullah, informasi mengenai kecendrungan keadaan masa depan sangat penting untuk merancang dn melaksanakan berbagai tindakan masa kini, sebab pada hakikatnya apa yang dilakukan masa kini akan nampak hasilnya di masa yang akan datang.
Sudah menjadi maklum bahwa berbagai perubahan dalam setiap aspek kehidupan berlangsung dengan sangat cepat terutama dalam bidang ilmu pengetahuan dan teknologi (Iptek). Setiap ada perubahan dalam bidang tertentu , kemungkinan besar akan terjadi perubahan pada bidang yang lainnya. Perubahan-perubahan itu tidak selamanya dapat diprediksi secara pasti. Perkembangan dalam bidang ilmu pengetahuan dan teknologi, akan terjadi perubahan dalam bidang-bidang lain seperti sosial, budaya, ekonomi, dan pendidikan. Dengan demikian pada gilirannya akan ikut berpengaruh pula pada dunia pendidikan. Kalau sudah masuk ke dalam dunia pendidikan, tak dapat dipungkiri, guru sebagai aktor utama dalam dunia pendidikan memegang peranan penting dalam mempersiapkan generasi yang akan datang itu.
Dalam era globalisasi dan industrialisasi ini, masyarakat paling tidak memerlukan sumber daya manusia (SDM) yang unggul dalam pengertian mereka menguasai Ilmu Pengetahuan dan Teknologi, adaftif, kreatif, inovatif dan berakhlak mulia. Bila guru dipandang sebagai seorang yang harus memberi kemudahan bagi terwujudnya SDM seperti itu, maka guru sudah sewajarnya mempersiapkan dirinya untuk meningkatkan kompetensi-kompetensi untuk memenuhi tantangan yang akan dihadapinya nanti.
Tinggi rendahnya kemampuan seseorang dalam menyerap, mengadaptasi dan mengembangkan IPTEK tergantung dari pendidikan dan latihan yang diterima di bangku sekolah. Sedangkan kemungkinan keberhasilan dalam penerapannya dari pada kesesuaian antara pelaksanaan pendidikan dan program pengembangan ilmu dan teknologi. Oleh karena itu dalam menelaah masalah ini perlu dikaji lebih dahulu program pengembangan ilmu dan teknologi yang dengan sendirinya dalam kaitannya dengan pembangunan nasional.
Masa yang akan datang tidaklah sama dengan masa kini, apalagi dibandingkan dengan masa lampau, menantang pelakunya dengan pengetahuan, keterampilan dan sikap yang berbeda.. Juga akan menantang berbagai lembaga-lembaga pendidikan dengan cara-cara yang berbeda dengan masa sekarang ini.
Berbagai konsep dan pemikiran sudah banyak terlontar, masalah apa dan bagaimana seharusnya pendidikan menyikapi masa yang akan datang. Apabila pendidikan ditantang untuk menampilkan konsep pembaharuan dalam mengantisipasi masa depan, maka hal itu berarti bahwa guru harus mencari posisi yang lebih akurat dalam peranannya sebagai pendidik.
Pandangan para futurologis dalam menyikapi masa depan selanjutnya adalah mengenai peran dan fungsi guru, antara lain disebutkan bahwa guru berperan sebagai perantara antara konsumen (kebutuhan tenaga terampil) dan produsen (sumber daya manusia terdidik). Dalam kiprahnya, guru tidak lagi bekerja sendiri, melainkan perlu menjalin hubungan dengan pihak-pihak terkait lainnya. Guru tidak lagi berfungsi sebatas memberikan layanan secara langsung, tapi juga berperan sebagai perantara antara kebutuhan dan sumber-sumber lain yang tersedia. Oleh karena itu, guru harus dituntut untuk semakin banyak memahami persoalan yang terjadi di dalam kelas serta perkembangan yang dialami oleh peserta didik. Dengan cara seperti itu, maka guru akan dapat mengetahui, sumber daya apakah yang dibutuhkan oleh peserta didiknya. Dengan kata lain, guru berperan untuk membuat ikatan pertalian antara sumber daya yang dibinanya (peserta didik) dengan yang dibutuhkan di industri (dunia kerja).
Sebagai manajer (pendidik/guru) sumber daya manusia di masa yang akan datang, guru sangat memerlukan kompetensi yang berbeda dengan masa sekarang ini. Mereka perlu lebih fleksibel baik secara sosial maupun secara intelektual. Para pelaku utama dalam dunia pendidikan itu lebih banyak memerlukan persiapan untuk menggunakan pengetahuan yang dimilikinya ketimbang menumpuknya. Dan juga para pendidik itu lebih memerlukan untuk siap dilatih kembali dalam berbagai pengembangan sebagai konsekuensi pesatnya Ilmu Pengetahuan dan Tekhnologi. Semua itu diperlukan untuk menunjang keberhasilan tugas-tugasnya mendidik calon-calon warga negara di masa mendatang.
Dengan kenyataan seperti itu, seyogianya lembaga-lembaga pendidikan yang ‘menelorkan’ tenaga pendidik mampu menghasilkan guru yang profesional dan mampu menterjemahkan perkembangan zaman dimasa yang akan datang. Dan juga harapan dibebankan kepada guru agar mampu menyesuaikan tindakan pendidikannya dalam rangka menghadapi tuntutan dan tantangan masa depan.

Tentang rohmat67

Staf Pengajar di SMK Negeri 1 Majalengka
Pos ini dipublikasikan di Pendidikan. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s