Sang Jagal Bernama Israel

Sang Jagal Bernama Israel

 

 Oleh: ROHMAT

(Guru SMK Negeri 1 Majalengka)

 

            Biadab! Itulah kata paling tepat untuk menggambarkan kebrutalan tentara Israel. Belum hilang dari ingatan kita tentang serangan brutal yang dilakukan tentara Israel terhadap konvoi kapal Mavi Marmara yang membawa sekitar 10 ribu ton bantuan kemanusiaan ke Gaza Senin (31/5). Kini, Zionis Israel itu membuat ulah lagi dengan merebut kapal bantuan kemanusiaan untuk Gaza (PR, 6/6). Dengan sikap arogannya, Israel merebut kapal kemanusiaan Rachel Corrie yang juga membawa 1.200 ton bantuan kemanusiaan untuk Gaza, sabtu (5/6).

Setelah sekian lama sejak 28 Juni 2006 masyarakat dunia menyaksikan kebiadaban dan kejadian yang dipertontonkan oleh negara Zionis Israel, dengan dukungan penuh sekutu utamanya Amerika Serikat “Sang Pahlawan Demokrasi”, terhadap negara Palestina. Lembaga-lembaga Internasional seperti OKI, Liga Arab, Gerakan Non Blok, bahkan PBB yang didominasi AS terkesan tidak dapat berbuat apa-apa untuk menghentikan “Sang Jagal” Israel.

Terakhir, dengan kecongkakannya Israel menantang PBB (PR, 4/6) tentang penyeruan penyelidikan terhadap serangan biadab tentaranya terhadap kapal kemanusiaan Freedom Flotilla.

Serangan tentara Israel terhadap kapal kemanusiaan yang membawa bahan makanan dan obat-obatan ke Gaza, Palestina, bukan sesuatu yang baru. Serangan Israel terhadap kapal kemanusiaan bukan hanya sekarang. Artinya, sebelumnya Israel juga pernah melakukan penyerangan terhadap rumah sakit, pasar, dan sekolah. Ini sudah kebiasaan bagi mereka.

Kalau diperhatikan secara seksama Israel dengan dukungan penuh AS selalu menerapkan hukum kolektif. Mereka menganggap semua bangsa Palestina adalah bersalah, sehingga ketika seorang kopral Israel bernama Gilat Shalit (19 tahun) diculik para pejuang Palestina, dengan tuntutan agar Israel membebaskan 1000 tawanan Palestina yang sebagian besar anak-anak pada tahun 2006, mereka langsung memborbardir Gaza yang luasnya sekitar 365 km persegi, dengan jumlah penduduk kurang lebih 1,5 juta jiwa. Ketika itu ratusan jiwa rakyat Palestina syahid dan ratusan jiwa lainnya ditangkap. Tentunya, kita akan menyaksikan sebaliknya, apabila tentara Israel membantai rakyat Plaestina.

Kebiadaban Israel tersebut harus segara diakhiri. Dan jalan satu-satunya adalah melalui perundingan. Namun dia juga mengaku bahwa beberapa resolusi Dewan Keamanan PBB juga tidak pernah diindahkan Israel. Terakhir, dengan kecongkakannya Israel menantang PBB (PR, 4/6) tentang penyeruan penyelidikan terhadap serangan biadab tentaranya terhadap kapal kemanusiaan Freedom Flotilla. Sekarang masyarakat dunia menunggu apa yang akan dilakukan oleh Amerika Serikat. Apalagi pemerintahan Obama memiliki good will terhadap perdamaian Israel dan Palestina. Tetapi sebagian masyarakat dunia bersikap pesimistis dengan pemerintahan Obama. Pasalnya, beberapa waktu yang lalu pada saat Wakil Presiden Amerika Serikat Joe Biden mengunjungi Israel untuk membicarakan perundingan, pemerintahan Israel justu mengumumkan pembangunan permukiman Yahudi di wilayah Palestina.

Kalau sudah begini kondisinya, apa yang harus kita lakukan untuk menolong saudara-saudara kita yang kekurangan makanan, obat-obatan, dan kebutuhan lainnya. Cukupkah hanya berdemo?

Sejarah Yahudi

Kisah tentang Yahudi bukanlah sekedar bagian dari masa lalu. Di depan kita, kini juga membentang ancaman serius dari bangsa yang sesungguhnya dikaruniai beberapa kelebihan ini. Cakar-cakar zionisnya siap mencengkram kaum muslimin yang lalai atau tidak lagi peduli pada agamanya.

Secara etnis bangsa yahudi dengan bangsa Arab adalah bersaudar, hal ini dapat dilihat dari nenek moyang yang sama yaitu Nabi Ibrahim as. Yang membedakan diantara mereka yakni dari ibu. Bangsa Arab keturunan Nabi Ismail as. dari Siti Hajar. Sedangkan bangsa yahudi keturunan Nabi Ya’kub as putra Nabi Ishak as dari Siti Sarah. Dari silsilah keturunan inilah, yang terus menerus menjadi sumber ketidakakuran antara bangsa yahudi dan bangsa Arab. Ditambah lagi dengan kerasulan Muhammad saw, yang membawa risalah Islam bukan dari golongannya. Maka dari pula Allah berfirman “orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu hingga kamu mengikuti agama mereka. Katakanlah: “Sesungguhnya petunjuk Allah Itulah petunjuk (yang benar)”. dan Sesungguhnya jika kamu mengikuti kemauan mereka setelah pengetahuan datang kepadamu, Maka Allah tidak lagi menjadi pelindung dan penolong bagimu” (QS, 2 : 120).

Fakta fenomenal saat ini yang menggambarkan arogansi, kecongkakan, dan penindasan Yahudi terhadap kaum muslimin adalah hikmah yang harus diambil dari Firman-Nya: “Dan telah Kami tetapkan terhadap Bani Israil dalam Kitab itu: “Sesungguhnya kamu akan membuat kerusakan di muka bumi ini dua kali dan pasti kamu akan menyombongkan diri dengan kesombongan yang besar.” (QS.17:4).

Pembunuhan bukan hal asing dalam sejarah bagi “si jagal yahudi”. Bahkan nabi-nabi mereka, seperti Nabi Zakariya a.s. dan Nabi Yahya a.s. pun dibunuh. Mereka juga mengira telah berhasil membunuh Nabi Isa a.s. dan bangga atas usahanya. Tapi Al-Quran membantahnya, “Dan karena ucapan mereka: “Sesungguhnya Kami telah membunuh Al Masih, Isa putra Maryam, Rasul Allah”, Padahal mereka tidak membunuhnya dan tidak (pula) menyalibnya, tetapi (yang mereka bunuh ialah) orang yang diserupakan dengan Isa bagi mereka. Sesungguhnya orang-orang yang berselisih paham tentang (pembunuhan) Isa, benar-benar dalam keragu-raguan tentang yang dibunuh itu. mereka tidak mempunyai keyakinan tentang siapa yang dibunuh itu, kecuali mengikuti persangkaan belaka, mereka tidak (pula) yakin bahwa yang mereka bunuh itu adalah Isa, (QS.4:157).

            Dengan melihat sepak terjang kebiadaban Israel terhadap rakyat Palestina, dapat dipastikan bahwa yang teroris sebetulnya adalah Israel, bukan umat Islam yang selama ini menjadi tuduhan dikalangan Barat (khususnya Amerika).

Tentang rohmat67

Staf Pengajar di SMK Negeri 1 Majalengka
Pos ini dipublikasikan di Psikologi. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s