Khutbah Jumat

KHUTBAH JUMAT, 21-09-12

| Meninggalkan komentar

RSBI Hancur

Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional terhitung tgl 8 Januari 2013 tinggal kenangn. Itulah Indonesia…..dari berbagai sis kehidupan yg ada di Indonesia selalau mentah ditengah jalan

| Meninggalkan komentar

Magang ke Jepang dari JIAEC

PT. JAPAN INDONESIAN ECONOMIC CENTER
( PT.JIAEC )

APLIKASI PROGRAM PEMAGANGAN DI JEPANG
Perhatian :
a. Harap aplikasi ini diisi lengkap dan sebenar-benarnya, oleh masing-masing pelamar, karena hal tersebut akan sangat
mempengaruhi penilaian terhadap aplikasi saudara.
b. Bila keterangan yang diberikan dibawah ini tidak sesuai dengan kenyataan, PT.JIAEC akan membatalkan aplikasi ini.

A. IDENTITAS
Nama Lengkap :_______________________________________________________
Nama Panggilan :_______________________________________________________
Tempat/tanggal lahir :_______________________________________________________
Alamat KTP : _______________________________________________________
_______________________________________________________ ¬¬Alamat tempat tinggal : _______________________________________________________
_______________________________________________________
Telepon : _________________________Handphone:____________________
Agama : _______________________________________________________
Warga Negara/suku bangsa : ____________________________/__________________________
K.T.P : No : ___________________________________________________
Tgl berlaku : __________________.s/d_______________________
Kelurahan / Desa_____________ Kecamatan__________________
Kab/Kota_____________________Propinsi ___________________
S.I.M. jenis ____ : No:____________________________________________________
Tgl berlaku : ___________________s/d_______________________
Dikeluarkan oleh : _______________________________________________________

B. KELUARGA DAN LINGKUNGAN (pilih yang sesuai, beri tanda check “√” pada kotak •)
1. Status Pernikahan : • Lajang
• Bertunangan sejak tanggal_______________________________
• Menikah sejak tanggal __________________________________
• Bercerai sejak tanggal __________________________________

2. Susunan keluarga (istri/suami dan anak-anak) :
  NAMA L/P TEMPAT PENDIDIKAN PEKERJAAN
      TGL.LAHIR
ISTRI/SUAMI          
ANAK 1          
ANAK 2          
ANAK 3          
Bila sudah meninggal beri keterangan “alm/almh” dan sebutkan pendidikan dan pekerjaan semasa hidupnya  

3. Rumah/tempat tinggal : ( Beri tanda check “” pada kotak •).
 Rumah pribadi. • Rumah orang tua/mertua.
 Lainnya…………………………………………

4. Susunan keluarga (ayah, ibu dan saudara sekandung, termasuk saudara)
  NAMA L/P TEMPAT TGL LAHIR PENDIDIKAN PEKERJAAN
         
AYAH          
IBU          
ANAK 1          
ANAK 2          
ANAK 3          
ANAK 4          
ANAK 5          
ANAK 6          
ANAK 7          
ANAK 8          
ANAK 9          
ANAK10          
Bila sudah meninggal beri keterangan “alm/almh” dan sebutkan pendidikan dan pekerjaan semasa hidupnya  

Alamat orang tua/wali : __________________________________________________________
__________________________________________________________
Telepon : ___________________________Handphone______________________

5. Penjamin pribadi
Nama : __________________________________________________________
Hubungan dg. Sdr : __________________________________________________________
Pekerjaan : __________________________________________________________
Alamat : __________________________________________________________
__________________________________________________________
Telepon : _______________________ Handphone ________________________

6. Referensi
Sebutkan orang yang dapat kami hubungi untuk mendapatkan keterangan atau referensi mengenai saudara ( Selain orang tua dan saudara kandung saudara)
NO NAMA PEKERJAAN & ALAMAT/TELP HUBUNGAN
    JABATAN   DGN.SDR
         
         

7. Organisasi yang pernah saudara ikuti :
NO NAMA ORGANISASI TEMPAT JABATAN …S/D…
         
         
         
         

C. RIWAYAT PENDIDIKAN
1.Pendidikan formal (Jelaskan pada kolom keterangan apakah memperoleh ijazah atau tidak)
SEKOLAH NAMA JURUSAN TEMPAT TAHUN KET
SD      s/d  
SMP       s/d  
SLTA       s/d  
PERGURUAN TINGGI       s/d  
Sebutkan prestasi saudara selama di sekolah :

2.Pendidikan non formal
NO KURSUS/TRAINING YANG TEMPAT DARI SAMPAI KETERANGAN
  PERNAH DIIKUTI   TAHUN  
         
         
         
         

D. RIWAYAT PEKERJAAN (TERMASUK PENGALAMAN PKL / PSG)
1. Nama Perusahaan :____________________________________________________
Alamat Perusahaan : ____________________________________________________
Jabatan : ____________________________________________________
Dari tahun sampai tahun : ____________________________________________________
Uraian pekerjaan : ____________________________________________________
____________________________________________________
Gaji terakhir : ____________________________________________________
Alasan pindah /keluar : ____________________________________________________
Keterangan dari perusahaan : • Tidak ada. • Ada (harap dilampirkan copy surat keterangan)

2. Nama Perusahaan : ____________________________________________________
Alamat Perusahaan : ____________________________________________________
Jabatan : ____________________________________________________
Dari tahun sampai tahun : ____________________________________________________
Uraian pekerjaan : ____________________________________________________
____________________________________________________
Gaji terakhir : ____________________________________________________
Alasan pindah /keluar : ____________________________________________________
Keterangan dari perusahaan : • Tidak ada. • Ada (harap dilampirkan copy surat keterangan)

3. Nama Perusahaan : ____________________________________________________
Alamat Perusahaan : ____________________________________________________
Jabatan : ____________________________________________________
Dari tahun sampai tahun : ____________________________________________________
Uraian pekerjaan : ____________________________________________________
____________________________________________________
Gaji terakhir : ____________________________________________________
Alasan pindah /keluar : ____________________________________________________
Keterangan dari perusahaan : • Tidak ada. • Ada (harap dilampirkan copy surat keterangan)

4. Kemampuan teknis saudara yang dapat dimanfaatkan dalam Program Pemagangan di
Jepang :
NO JENIS KEAHLIAN DIMANA DIPEROLEHNYA LAMA KEAHLIAN
      TSB DIMANFAATKAN
       
       
       

5. Apakah saudara bisa mengendarai sepeda roda 2 (dua) ? • Ya •Tidak

E. KONDISI FISIK DAN KESEHATAN
1. a. Tinggi badan ____________Cm
b. Berat badan ____________Kg

2. Pernahkah saudara menderita sakit yang lama sembuh / menahun ?
• Tidak pernah • Pernah, jika ada sebutkan :
NO NAMA PENYAKIT …S/D…. AKIBATNYA
       
       
       

3. Apakah ada gangguan jasmani yang tetap / sering mengganggu saudara ? (sebutkan)
__________________________________________________________________________
4. Apakah saudara memiliki alergi ? •Tidak, • Ya_______________________________
5. Apakah saudara merokok? • Tidak, • Ya ( Jumlah______ batang / hari )
6. Apakah saudara pengkonsumsi alkohol / minuman keras •Tidak, • Ya
Jika Ya, kapan terakhir mengkonsumsi ? _________________________________________
7. Apakah saudara pernah memakai/mengunakan psikotropika / narkoba ( termasuk ganja )? • Tidak, • Ya
8. Apakah ada keluarga saudara yang sering mendapat gangguan kesehatan ?
• Tidak ada • Ada, jika ada sebutkan :
NO HUBUNGAN KELUARGA PENYAKIT
     
     
     
9. Apakah saudara bertangan kidal (beraktifitas menggunakan tangan kiri) ? • Ya, •Tidak
10. Sebutkan olahraga atau kebiasaan yang saudara lakukan secara rutin untuk menjaga kesehatan ataupun kebugaran tubuh, ( durasi / jumlah/waktu):
_____________________________________________________________________________
_____________________________________________________________________________

F. KENALAN ATAU KELUARGA DI JEPANG
1. Nama : ¬¬¬¬¬¬¬¬¬¬¬¬¬¬¬___________________________________________________
Hubungan dengan saudara : ___________________________________________________
Pekerjaan/status di Jepang : ___________________________________________________
Alamat di Indonesia : ___________________________________________________
Alamat di Jepang :___________________________________________________
Telepon / Handphone : ___________________________________________________
Keterangan tambahan : ___________________________________________________

G. MINAT DAN KONSEP PRIBADI
Jawab dengan jelas, jika ruang yang disediakan untuk menjawab kurang, saudara dapat menjawab di halaman sebaliknya
1. Apa kegiatan sehari-hari saudara selama satu tahun terakhir ini ?
_________________________________________________________________________
2. Bagaimana saudara mengisi waktu luang selama ini ?
________________________________________________________________________
3. Apa cita-cita saudara (yang terukur/konkrit) ?
_________________________________________________________________________
4. Sebutkan kelebihan (strong point) yang terdapat pada diri saudara: 
_________________________________________________________________________
_________________________________________________________________________
5. Sebutkan kekurangan (weak point) yang terdapat pada diri saudara :
_________________________________________________________________________
_________________________________________________________________________
6. Bagaimana sikap keluarga saudara dengan niat saudara pergi magang ke Jepang :
_________________________________________________________________________

H. PEMAHAMAN TENTANG PEMAGANGAN DAN KEHIDUPAN DI JEPANG

1. Sebutkan alasan-alasan saudara ingin magang ke Jepang (konkrit):
__________________________________________________________________________
_________________________________________________________________________
2. Menurut saudara apa bedanya magang dengan tenaga kerja
____________________________________________________________________________________________________________________________________________________
3. Apa yang saudara ketahui tentang budaya hidup dan budaya kerja orang Jepang?
__________________________________________________________________________
__________________________________________________________________________

4. Apa yang saudara ketahui tentang kehidupan beragama di Jepang ?
_________________________________________________________________________
_________________________________________________________________________
5. Bagaimana saudara akan menjalankan kegiatan beribadah apabila sudah berada di Jepang :
__________________________________________________________________________
__________________________________________________________________________
6. Bagaimana cara saudara menghadapi kebosanan dalam bekerja saat berada di Jepang :
____________________________________________________________________________________________________________________________________________________
7. Bagaimana cara saudara menghadapi atasan atau teman sekerja yang kurang menyenangkan saat berada di Jepang:
_________________________________________________________________________
_________________________________________________________________________
8. Bagaimana cara saudara bergaul / bersosialisasi dilingkungan kerja dan lingkungan tempat tinggal selama di Jepang
_________________________________________________________________________
_________________________________________________________________________
9. Bisakah saudara perkirakan atau harapkan jumlah uang saku atau pendapatan yang
akan saudara dapatkan selama mengikuti pemagangan di Jepang ? ( dalam Rp / \ )
__________________________________________________________________________
10. Bagaimana saudara menggunakan pendapatan selama mengikuti pemagangan di Jepang:
__________________________________________________________________________
__________________________________________________________________________
11. Bagaimana sikap saudara ketika di Jepang bila ada pihak tertentu yang membujuk untuk pindah ke perusahaan lain dengan pendapatan yang lebih besar? sebutkan alasannya:
__________________________________________________________________________
__________________________________________________________________________
12. Kepada siapakah anda akan mengadu apabila terjadi suatu masalah di Jepang :
__________________________________________________________________________
__________________________________________________________________________
13. Bagaimana sikap saudara apabila nanti di Jepang mendapat kabar ada anggota keluarga di Indonesia yang mengalami musibah / masalah?
_________________________________________________________________________
_________________________________________________________________________

I. LAIN-LAIN ( Beri tanda chek “” di kolom •. )

1. Bersedia membayar Biaya Persiapan Pelatihan ( BP2 ) sejumlah Rp 7.500.000,- ( Tujuh Juta Lima Ratus Ribu Rupiah), diluar biaya Medical Test, Paspor, akomodasi selama mengikuti Pelatihan Pra Pemberangkatan.
•Ya, •Tidak
Bila jawab Ya, Apakah anda akan memanfaatkan pinjaman dari KMKI
•Ya, •Tidak
2. Jika anda dinyatakan Lulus Seleksi Tahap awal, apakah bersedia untuk mengikuti Medical Test dengan biaya sendiri sejumlah Rp. 400.000,- ( Empat Ratus Ribu Rupiah ) ?
•Ya, •Tidak
3. Bersedia mengikuti Pelatihan Pra Pemberangkatan dan menanggung sendiri biaya akomodasi di tempat yang di tentukan PT.JIAEC.
•Ya, •Tidak.
4. Bersedia tinggal di Asrama selama pelatihan Pra Pemberangkatan
•Ya, •Tidak.
5. Apakah orangtua atau penjamin saudara bersedia bertanggungjawab atas segala tingkah laku saudara selama mengikuti Program Pemagangan di Jepang, termasuk jika saudara tidak dapat menyelesaikan Program Pemagangan sesuai dengan waktu yang ditentukan.
•Ya, • Tidak
Jika bersedia, jaminan dalam bentuk apa yang bisa diberikan:
__________________________________________________________________________
__________________________________________________________________________
6. Berhubungan dengan pernyataan butir 4 diatas ( jika menyatakan bersedia ), apakah saudara/ penjamin saudara bersedia untuk mengganti semua biaya-biaya yang telah dikeluarkan untuk Program Pemagangan di Jepang ini.
•Ya, • Tidak
Jika bersedia, apa bentuk jaminan untuk kesediaan mengganti biaya-biaya tersebut:
__________________________________________________________________________
__________________________________________________________________________

Demikian aplikasi ini di isi dengan sebenar-benarnya. Apabila ternyata ditemukan terdapat hal-hal yang bertentangan, maka aplikasi ini akan dibatalkan dan saya akan bersedia untuk bertanggung jawab atas segala hal yang mungkin terjadi atas ketidak benaran tersebut.
………………,………..……………….20…..

( ………………..……………………. )
Tandatangan & nama jelas

PERHATIKAN !
Aplikasi ini harus dilengkapi dengan :
NO Dokumen Jumlah Cheklist “”
1 Pas photo, 3 x 4 1 lembar ( ditempel pada aplikasi) 1 lembar
2 Photo Copy KTP 1 lembar
3 Photo Copy Ijazah Pendidikan Terakhir ( SLTA ) 1 lembar
4 Photo Copy transkrip nilai 1 lembar
5 Photo Copy KK ( Kartu Keluarga ) 1 lembar
6 Photo Copy akte lahir 1 lembar
7 Photo Copy sertifikat PSG 1 lembar
8 Photo Copy surat pengalaman kerja ( jika ada )

Di susun berurutan dari no 1 s.d 8 masukan dalam amplop coklat tertutup.

Dipublikasi di Humas/Hubin SMK N 1 Majalengka | Meninggalkan komentar

Khutbah di Leuwikidang

KHUTBAH JUM’AT, 6 Nopember 2009
KEIKHLASAN
Oleh: Drs. Rohmat, M. Pd. I.
Masjid Al-Imam, Desa Leuwikidang, Majalengka
إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ. أَشْهَدُ أَنَّ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى نَبِيِّنَا وَرَسُوْلِنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى ا للهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ، أَمَّا بَعْدُ؛
فَإِنَّ أَصْدَقَ الْحَدِيْثِ كِتَابُ اللهِ وَخَيْرَ الْهَديِ هَدْيُ مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، وَشَرَّ الأُمُوْرِ مُحَدَثَاتُهَا، وَكُلَّ مُحْدَثَةٍ بِدْعَةٌ وَكُلَّ بِدْعَةٍ ضَلاَلةٍ.
فَيَا عِبَادَ اللهِ، أُوْصِيْكُمْ وَإِيَّايَ بِتَقْوَى اللهِ فَقَدْ فَازَ الْمُؤْمِنُوْنَ الْمُتَّقُوْنَ، حَيْثُ قَالَ تَبَارَكَ وَتَعَالَى فِيْ كِتَابِهِ الْعَزِيْزِ:
يَاأَيُّهاَ الَّذِيْنَ ءَامَنُوا اتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَأَنتُمْ مُّسْلِمُوْنَ.
Ma’asyirol Muslimin rahimakumullah …
Segala puji bagi Allah, Rabb dan sesembahan sekalian alam, yang telah mencurahkan kenikmatan dan karuniaNya yang tak terhingga dan tak pernah putus sepanjang zaman kepada makhluk-Nya. Baik yang berupa kesehatan, dan kesempatan sehingga pada kali ini kita dapat menunaikan kewajiban shalat Jum’at.
Semoga shalawat dan salam tercurahkan kepada pemimpin dan uswah kita Nabi Muhammad, yang melalui perjuangannyalah, cahaya Islam ini sampai kepada kita, sehingga kita terbebas dari kejahiliyahan, dan kehinaan. Dan semoga shalawat serta salam juga tercurahkan kepada keluarganya, para sahabat dan pengikutnya hingga akhir zaman.
Pada kesempatan kali ini tak lupa saya wasiatkan kepada diri saya pribadi dan kepada jama’ah semuanya, agar kita selalu meningkatkan kwalitas iman dan taqwa kita, karena iman dan taqwa adalah sebaik-baik bekal untuk menuju kehidupan di akhirat kelak.
Ma’asyirol Muslimin rahimakumullah …
Sesungguhnya bagi orang yang berimanan Allah SWT akan menganugerahkan ketabahan dan kekuatan hati dalam menghadapi setiap kemungkinan-kemungkinan yang bakal terjadi dalam setiap sisi hidupnya, segala hal yang menimpanya baik itu berupa kerugian atau keuntungan tidak akan pernah menggoyahkan keteguhan imannya kepada Allah swt, sebagai Zat yang menentukan garis hidup manusia baik di dunia dan akherat. Dengan mengetahui akan hal ini maka jiwanya akan selalu merasa tentram dan tenang. Ia tidak pernah tamak kepada dunia disamping itu pula ia tidak akan terlalu menyesal ketika apa yang telah ia hasilkan tiba-tiba hilang darinya.
Berikut ini akan saya sampaikan beberapa hal yang dianjurkan oleh Islam agar kita bisa meraih kebahagiaan.
Ma’asyirol Muslimin Rohimakumullah
Berikut ini akan saya sampaikan beberapa hal yang dianjurkan oleh Islam agar kita bisa meraih kebahagiaan.
Cara yang pertama adalah dengan meningkatkan Iman dan amal shaleh. Bagaimana Iman dapat menuntun kita untuk meraih kebahagiaan, hal ini dapat dijabarkan dengan beberapa hal.
pertama: Bahwa orang yang berimanan akan dianugerhakan Tuhan ketabahan dan kekuatan hati dalam menghadapi setiap kemungkinan-kemungkinan yang bakal terjadi dalam setiap sisi hidupnya, segala hal yang menimpanya baik itu berupa kerugian atau keuntungan tidak akan pernah menggoyahkan keteguhan imannya kepada Allah swt, sebagai Zat yang menentukan garis hidup manusia baik di dunia dan akherat. Dengan mengetahui akan hal ini maka jiwanya akan selalu merasa tentram dan tenang. Ia tidak pernah tamak kepada dunia disamping itu pula ia tidak akan terlalu menyesal ketika apa yang telah ia hasilkan tiba-tiba hilang darinya.
kedua: bahwa dengan iman dapat menjadikan manusia sebagai sosok insan yang memiliki visi dalam hidup, di mana visi ini selalu akan diperjuangkannya dengan segenap usaha dan kerja keras sebagai rasa kepeduliannya terhadap kemaslahatan semua orang yang ada disekitarnya. Maka secara tidak langsung bertolak dari rasa iman ini pula, sesungguhnya rasa sentimen individualisme manusia akan terkikis, mengingat ternyata betapa besar tanggungjawab seorang mukmin tadi terhadap bukan hanya dirinya melainkan juga terhadap masyarakat dan lingkungannya.

Hadirin Rohimakumullah
Adapun cara meraih kebahagiaan yang kedua selain iman adalah: Selalu berusaha untuk memperbaiki kwalitas ahlak dan etika bergaul. Sebab satu hal yang harus diingat, bahwa sesungguhnya manusia adalah mahluk yang paling tidak bisa hidup menyendiri atau terisolasi dari kehidupan sosial. Manusia mutlak membutuhkan satu sama lainnya untuk survive. Dan dalam hukum interaksi sosial, manusia yang paling bisa survive dan meraih kebahagiaan sesungguhnya adalah manusia yang mampu menempatkan dirinya secara bijak dan proporsional sesuai dengan tuntunan etika serta ahlak yang baik. Satu ayat al-quran kita petik untuk menegaskan betapa beretika yang baik dan sopan adalah sangat penting supaya orang lain yang ada disekitar kita tidak menjauh bahkan lari dari kita, yaitu firman Allah SWT:

159. Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu Berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu. karena itu ma’afkanlah mereka, mohonkanlah ampun bagi mereka, dan bermusyawaratlah dengan mereka dalam urusan itu[246]. kemudian apabila kamu telah membulatkan tekad, Maka bertawakkallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakkal kepada-Nya.

Hadirin Rohimakumullah
Cara ketiga meraih kebahagiaan adalah; senantiasa memperhatikan kesehatan. Kesehatan disini mencakup empat hal, pertama, kesehatan raga (fisik), kedua, kesehatan jiwa, ketiga; kesehatan akal, dan keempat: kesehatan ruhani.
Pertama, bagaimana menjaga kesehatan raga atau fisik, yaitu dengan memberikan hak bagi tubuh kita untuk mendapatkan perawatan dan kebugaran. maka merawat tubuh hakekatnya adalah perintah agama kita. Dengan itu, olah raga bisa menjadi ibadah jika kita lakukan dengan niat mensyukuri nikmat penciptaan tubuh yang sempurna dan agar dengan oleh raga itu kita lebih energik dan produktif bekerja. Maka tidak berlebihan jika nilai ibadah sesungguhnya tidak hanya ditemukan di masjid tetapi juga dilapangan, semuanya tergantung niat.
Adapun yang kedua bagaimana menjaga kesehatan Jiwa, yaitu dengan cara melatih diri kita untuk meninggalkan sifat-sifat yang tercela, seperti, hasud, dengki, iri, mengumpat, mencela orang lain, menganggap rendah orang,bersedekah namun sering menyebut-nyebut amal sedekahnya dan lain-lain. Semakin banyak sifat-sifat tersebut bersemi dalam diri sesorang, betapapun bugar dan sehat badannya, sesungguhnya ia tengah terjangkit penyakit jiwa yang sangat akut.
Adapun yang ketiga bagaimana menjaga kesehatan akal,caranya; yaitu dengan menjauhkan segala hal yang dapat melumpuhkan fungsi otak dan akal kita. Sebab dengan akal suatu perintah dan larangan agama dapat diketahui. Oleh karena besarnya fungsi akal tersebut,maka menjaga akal adalah perintah agama pula. Dari sini dapat kita ketahui, kenapa minuman keras dilarang, sebab selain memang karena ia diharamkan secara tegas, di samping itu, minuman keras atau khamer dapat menghilangkan fungsi akal. Jika menjaga kesehatan akal adalah sebuah perintah agama, maka membuat fungsi akal menjadi rusak dan tidak berfungsi adalah sebuah pelanggaran agama dan dosa besar.
Adapun yang keempat adalah kesehatan ruhani. Bagaimana cara menjaganya, yaitu kita diperintahkan untuk selalu mengisi batin dan ruhani kita dengan tanda-tanda keagungan Allah swt, dengan selalu istiqomah menjalankan setiap perintah-perintah-Nya dan mengekang hawa nafsu semampu kita. Mendirikan sholat adalah contoh bagaimana kita tengah memberikan kesehatan terhadap ruhani kita, sebab sholat adalah sebuah simbol ketaatan kita kepada sang Khaliq. Selain itu juga puasa adalah satu cara bagaimana kita dapat mengekang hawa nafsu kita. Maka saudara-saudara sekalian, kalau kita selalu berusaha untuk istiqomah menjalankan setiap ajaran agama kita dan mengarahkan hawa nafsu kita secara baik, maka sesungguhnya kita telah berusaha menjadikan ruhani sehat.
Hadirin Ikhwatu Iman Rohimakumullah.
Adapun cara meraih kebahagiaan yang keempat, yaitu,mampu memanage waktu dengan baik. Saudara-saudara sekalian, setiap orang diberi waktu yang sama, mulai dari hitungan tahun, bulan, minggu, hari bahkan detik. Akan tetapi produktifitas yang dihasilkan orang berbeda-beda. Disatu sisi ada orang yang dalam waktu 4 tahun telah meraih posisi jabatan yang sangat gemilang, namun ada juga orang lain yang dalam waktu yang sama masih belum mendapatkan apa-apa. Rahasianya adalah sejauhmana orang tersebut memanfaatkan waktu dan memberdayaakannya secara optimal. Di samping itu pula dalam agama kita, selain keterampilan memanage waktu, ada yang di sebut dengan waktu yang “berkah” . Contohnya adalah, orang yang sudah tutup usia di waktu muda, tetapi jumlah karyanya melebihi jumlah usianya dan masih terus dikenang oleh banyak orang, kemudian orang yang menempuh perjalanan jauh, namun ia merasa sampai ke tempat tujuan lebih cepat dari yang ia perkirakan, termasuk mahasiswa yang tengah menulis karya ilmiah seperti thesis, ia mampu merampungkan tepat waktu bahkan lebih cepat dari yang semestinya. Inilah yang disebut dengan waktu yang “berkah”.

Ma’syirol Muslimin Rohimakumullah
Kemudian cara meraih kebahagiaan yang terakhir (kelima) adalah, dengan cara memperoleh materi atau harta yang sesuai kebutuhannya. Suatu hal yang perlu diingat adalah, tolak ukur kebahagiaan yang hakiki bukan terketak pada banyak dan sedikitnya materi yang kita peroleh, melainkan seberapa besar materi yang kita dapatkan tadi dapat menambah ketentraman batin kita. Nabi Muhammad SAW pernah bersabda ” Harta yang sedikit tetapi dapat menjadikan pemiliknya tentram dan bersyukur; lebih baik, ketimbang harta yang berlimpah akan tetapi hanya membuat pemiliknya gelisah dan terlena.”
Atas dasar ini pula lah, banyak para penguasa yang sholeh ketika ia diberikan dua tawaran antara diberikan ilmu atau harta. mereka lebih memilih mendapatkan ilmu daripada harta. Di antaranya adalah khalifah Ali RA, ia pernah berkata; “Aku lebih memilih ilmu daripada harta, karena ilmu akan menjagaku, tetapi kalau harta aku yang bakal menjaganya.”
Namun hendaknya jangan kita fahami bahwa Islam tidak mementingkan harta. Atau seolah-olah harta tidak memiliki nilai sedikitpun dalam Islam. Sesungguhnya menjadi hartawan atau jutawan juga cita-cita Islam, akan tetapi bagaimana menjadi hartawan dan jutawan namun juga sekaligus menjadi dermawan serta memiliki visi kemanusiaan. kira-kira demikianlah prototipe muslim yang ideal. Sebagaimana hadits Nabi Muhammad SAW: “harta yang baik adalah yang berada di tangan orang baik.”
Demikian bagaimana kiat-kiat meraih kebahagiaan. Yaitu Ada 5 kiat ; 1. Tingkatkan kadar Iman dan amal sholeh.2. Tingkatkan kwalitas ahlak dan etika bergaul. 3. Perhatikan kesehatan, 4. Manage waktu dengan baik, dan 5. Peroleh materi sesuai dengan kebutuhan.
Mudah-mudahan apa-apa yang disampaikan dalam khutbah ini ada manfaatnya. Amin.

بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ اْلآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ. أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ لِيْ وَلَكُمْ.

Khutbah Ke 2
اَلْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ وَالصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ عَلَى رَسُوْلِ اللهِ مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِيْنَ. أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَشَرِيْكَ لَهُ، إِيَّاهُ نَعْبُدُ وَإِيَّاُه نَسْتَعِيْنُ. وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ، اَلْمَبْعُوْثُ رَحْمَةً لِلْعَالَمِيْنَ. اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِيْنَ. عِبَادَ الله، اِتَّقُوا اللهَ مَا اسْتَطَعْتُمْ وَسَارِعُوْا إِلَى مَغْفِرَةِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ.
اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لَنَا وَلِلْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ وَالْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ اْلأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَاْلأَمْوَاتِ، يَا مُجِيْبَ الدَّعَوَاتِ.
اَللَّهُمَّ لاَ تَدَعْ لَنَا ذَنْبًا إِلاَّ غَفَرْتَهُ وَلاَ هَمًّا إِلاَّ فَرَّجْتَهُ وَلاَ دَيْنًا إِلاَّ قَضَيْتَهُ وَلاَ حَاجَةً مِنْ حَوَائِجِ الدُّنْيَا وَاْلآخِرَةِ إِلاَّ قَضَيْتَهَا يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ.
رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا وَلإِخْوَانِنَا الَّذِيْنَ سَبَقُوْنَا بِاْلإِيْمَانِ وَلاَ تَجْعَلْ فِيْ قُلُوْبِنَا غِلاًّ لِّلَّذِيْنَ ءَامَنُوْا رَبَّنَا إِنَّكَ رَءُوْفٌ رَّحِيْمٌ. رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.
وَصَلَّى اللهُ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، سُبْحَانَ رَبِّكَ رَبِّ الْعِزَّةِ عَمَّا يَصِفُوْنَ، وَسَلاَمٌ عَلَى الْمُرْسَلِيْنَ وَالْحَمْدُ للهِ رَبِّ العَالَمِيْنَ.

عِبَادَ اللهِ، إِنَّ اللهَ يَأْمُرُكُمْ بِالْعَدْلِ وَاْلإِحْسَانِ وَإِيتَآئِ ذِي الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَآءِ وَالْمُنكَرِ وَالْبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ. فَاذْكُرُوا اللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَادْعُوْهُ يَسْتَجِبْ لَكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ

Dipublikasi di Materi Khutbah | Meninggalkan komentar

TIGA AMALAN BAIK

TIGA AMALAN BAIK
Materi Khutbah di Desa Leuwikidang
16 Juli 2010
إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ. أَشْهَدُ أَنَّ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى نَبِيِّنَا وَرَسُوْلِنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى ا للهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ،
أَمَّا بَعْدُ؛
فَإِنَّ أَصْدَقَ الْحَدِيْثِ كِتَابُ اللهِ وَخَيْرَ الْهَديِ هَدْيُ مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، وَشَرَّ الأُمُوْرِ مُحَدَثَاتُهَا، وَكُلَّ مُحْدَثَةٍ بِدْعَةٌ وَكُلَّ بِدْعَةٍ ضَلاَلةٍ.
فَيَا عِبَادَ اللهِ، أُوْصِيْكُمْ وَإِيَّايَ بِتَقْوَى اللهِ فَقَدْ فَازَ الْمُؤْمِنُوْنَ الْمُتَّقُوْنَ، حَيْثُ قَالَ تَبَارَكَ وَتَعَالَى فِيْ كِتَابِهِ الْعَزِيْزِ:
يَاأَيُّهاَ الَّذِيْنَ ءَامَنُوا اتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَأَنتُمْ مُّسْلِمُوْنَ.
Ma’asyirol Muslimin Rohimakumullah!
Bumi yang kita tempati yang kita pijak ini adalah planet yang selalu berputar, ada siang dan ada malam. Roda kehidupan dunia juga tidak pernah berhenti. Kadang naik kadang turun. Ada suka ada duka. Ada senyum ada tangis. Kadangkala dipuji tapi pada suatu saat kita dicaci. Jangan terlalu banyak berharap pada keabadian dalam perjalanan hidup ini.
Oleh sebab itu, agar tidak terombang-ambing dan tetap tegar dalam menghadapi segala kemungkinan tantangan hidup, kita harus memiliki pegangan dan amalan dalam hidup. Tiga amalan baik tersebut adalah Istiqomah, Istikharah dan Istighfar yang kita singkat dengan TIGA IS.
Yang Pertama : Istiqomah
Istiqomah disini berarti kokoh dalam aqidah dan konsisten dalam beribadah. Begitu pentingnya istiqomah ini sampai Nabi Muhammad Shalallaahu alaihi wasalam berpesan kepada seseorang seperti dalam Al-Hadits berikut:

“Dari Abi Sufyan bin Abdullah Radhiallaahu anhu berkata: Aku telah berkata, “Wahai asulullah katakanlah kepadaku pesan dalam Islam sehingga aku tidak perlu bertanya kepada orang lain selain engkau. Nabi menjawab, ‘Katakanlah aku telah beriman kepada Allah kemudian beristiqamahlah’.” (HR. Muslim).
Orang yang istiqamah selalu kokoh dalam aqidah dan tidak goyang keimanan bersama dalam tantangan hidup. Sekalipun dihadapkan pada persoalan hidup, ibadah tidak ikut redup, kantong kering atau tebal tetap memperhatikan haram halal, Panen melimpah atau gagal panen tidak pernah meninggalkan perintah Allah, dicaci dipuji sujud pantang berhenti, sekalipun ia memiliki fasilitas kenikmatan, ia tidak tergoda melakukan kemaksiatan.
Orang seperti itulah yang dipuji Allah Subhannahu wa Ta’ala dalam Al-Qur-an surat Fushshilat ayat 30:
•       •        •    
“Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: “Tuhan kami ialah Allah” kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka, maka malaikat akan turun kepada mereka (dengan mengatahkan): “Janganlah kamu merasa takut, dan janganlah kamu merasa sedih, dan bergembiralah dengan syurga yang telah dijanjikan Allah kepadamu.” (Qs. Fushshilat: 30)
Amalan Yang Kedua yaitu : Istikharah
Hadirin Ikhwatu iman Rohimakumullah!
Istikharah, selalu mohon petunjuk Allah dalam setiap langkah dan penuh pertimbangan dalam setiap keputusan.
Setiap orang mempunyai kebebasan untuk berbicara dan melakukan suatu perbuatan. Akan tetapi menurut Islam, tidak ada kebebasan yang tanpa batas, dan batas-batas tersebut adalah aturan-aturan agama. Maka seorang muslim yang benar, selalu berfikir berkali-kali sebelum melakukan tindakan atau mengucapkan sebuah ucapan serta ia selalu mohon petunjuk kepada Allah.

Nabi Shalallaahu alaihi wasalam pernah bersabda:

Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir, maka berkatalah yang baik atau diamlah. (HR. Al-Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah).
Orang bijak berkata “Think today and speak tomorrow” (berfikirlah hari ini dan bicaralah esok hari). Kalau ucapan itu tidak baik apalagi sampai menyakitkan orang lain maka tahanlah, jangan diucapkan, sekalipun menahan ucapan tersebut terasa sakit. Tapi ucapan itu benar dan baik maka katakanlah jangan ditahan sebab lidah kita menjadi lemas untuk bisa meneriakkan kebenaran dan keadilan serta menegakkan amar ma’ruf nahi munkar.
Mengenai kebebasan ini, malaikat Jibril pernah datang kepada Nabi Muhammad Shalallaahu alaihi wasalam untuk memberikan rambu-rambu kehidupan, beliau bersabda:

Jibril telah datang kepadaku dan berkata: Hai Muhammad hiduplah sesukamu, tapi sesungguhnya engkau suatu saat akan mati, cintailah apa yang engkau sukai tapi engkau suatu saat pasti berpisah juga dan lakukanlah apa yang engkau inginkan sesungguhnya semua itu ada balasannya. (HR.Baihaqi dari Jabir).
Sabda Nabi Shalallaahu alaihi wasalam ini semakin penting untuk diresapi ketika akhir-akhir ini dengan dalih kebebasan, banyak orang berbicara tanpa logika dan data yang benar dan bertindak sekehendakya tanpa mengindahkan etika agama . Para pakar barang kali untuk saat-saat ini, lebih bijaksana untuk banyak mendengar daripada berbicara yang kadang-kadang justru membingungkan masyarakat.
Kita memasyarakatkan istikharah dalam segala langkah kita, agar kita benar-benar bertindak secara benar dan tidak menimbulkan kekecewaan di kemudian hari.

Nabi Muhammad Shalallaahu alaihi wasalam bersabda:

Tidak akan rugi orang yang beristikharah, tidak akan kecewa orang yang bermusyawarah dan tidak akan miskin orang yang hidupnya hemat. (HR. Thabrani dari Anas).
Hadirin Sidang Jum’ah Rk.
Amalan yang ketiga yang harus menjadi pegangan dalam kehidupan kita yaitu ISTIGHFAR. Istighfar, yaitu selalu instropeksi diri dan mohon ampunan kepada Allah Rabbul Izati.
Setiap orang pernah melakukan kesalahan baik sebagai individu maupun kesalahan sebagai sebuah bangsa. Setiap kesalahan dan dosa itu sebenarnya penyakit yang merusak kehidupan kita. Oleh karena ia harus diobati.
Tidak sedikit persoalan besar yang kita hadapi akhir-akhir ini yang diakibatkan kesalahan kita sendiri. Saatnya kita instropeksi masa lalu, memohon ampun kepada Allah, melakukan koreksi untuk menyongsong masa depan yang lebih cerah dengan penuh keridloan Allah.
Dalam persoalan ekonomi, jika rizki Allah tidak sampai kepada kita disebabkan karena kemalasan kita, maka yang diobati adalah sifat malas itu. Kita tidak boleh menjadi umat pemalas. Malas adalah bagian dari musuh kita. Jika kesulitan ekonomi tersebut, karena kita kurang bisa melakukan terobosan-teroboan yang produktif, maka kreatifitas dan etos kerja umat yang harus kita tumbuhkan.
Akan tetapi adakalanya kehidupan sosial ekonomi sebuah bangsa mengalami kesulitan. Kesulitan itu disebabkan karena dosa-dosa masa lalu yang menumpuk yang belum bertaubat darinya secara massal. Jika itu penyebabnya, maka obat satu-satunya adalah beristighfar dan bertobat.
Allah berfirman yang mengisahkan seruan Nabi Hud Alaihissalam, kepada kaumnya:
                 
“Dan (Hud) berkata, hai kaumku, mohonlah ampun kepada Tuhanmu lalu bertaubatlah kepadaNya, niscaya Dia menurunkan hujan yang sangat deras atasmu dan Dia akan menambahkan kekuatan kepada kekuatanmu dan janganlah kamu berpaling dengan berbuat dosa” (QS. Hud:52).
Para Jamaah yang dimuliakan Allah
Sekali lagi, tiada kehidupan yang sepi dari tantangan dan godaan. Agar kita tetap tegar dan selamat dalam berbagai gelombang kehidupan, tidak bisa tidak kita harus memiliki dan melakukan TIGA IS di atas yaitu Istiqomah, Istikharah dan Istighfar.
Mudah-mudahan Allah memberi kekuatan kepada kita untuk menatap masa depan dengan keimanan dan rahmatNya yang melimpah. Amin
أَقُولُ قَوْ لِي هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ لِيْ وَلَكُمْ فَاسْتَغْفِرُوْهُ اِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيْمُ.
Khutbah Kedua
اَلْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِيْ أَمَرَنَا بِاْلاِتِّحَادِ وَاْلاِعْتِصَامِ بِحَبْلِ اللهِ الْمَتِيْنِ. أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَشَرِيْكَ لَهُ، إِيَّاهُ نَعْبُدُ وَإِيَّاُه نَسْتَعِيْنُ. وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ، اَلْمَبْعُوْثُ رَحْمَةً لِلْعَالَمِيْنَ. اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِيْنَ. عِبَادَ الله، اِتَّقُوا اللهَ مَا اسْتَطَعْتُمْ وَسَارِعُوْا إِلَى مَغْفِرَةِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ. إِنَّ اللهَ وَمَلاَئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّ، يَاأَيُّهاَ الَّذِيْنَ ءَامَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا. اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَقَرَابَتِهِ وَأَزْوَاجِهِ وَذُرِّيَّاتِهِ أَجْمَعِيْنَ. اَللَّهُمَّ أَصْلِحْ جَمِيْعَ وُلاَةَ الْمُسْلِمِيْنَ، وَانْصُرِ اْلإِسْلاَمَ وَالْمُسْلِمِيْنَ، وَأَهْلِكِ الْكَفَرَةَ وَالْمُشْرِكِيْنَ وَأَعْلِ كَلِمَتَكَ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ. اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ اْلأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَاْلأَمْوَاتِ، إِنَّكَ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدَّعَوَاتِ وَيَا قَاضِيَ الْحَاجَاتِ. اَللَّهُمَّ افْتَحْ بَيْنَنَا وَبَيْنَ قَوْمِنَّا بِالْحَقِّ وَاَنْتَ خَيْرُ الْفَاتِحِيْنَ. رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.
عِبَادَ اللهِ، إِنَّ اللهَ يَأْمُرُكُمْ بِالْعَدْلِ وَاْلإِحْسَانِ وَإِيتَآئِ ذِي الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَآءِ وَالْمُنكَرِ وَالْبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ. فَاذْكُرُوا اللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَادْعُوْهُ يَسْتَجِبْ لَكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ.

Dipublikasi di Materi Khutbah | Meninggalkan komentar

Hubungan Kecerdasan Spiritual dengan Prestasi Belajar Siswa

Oleh : Rohmat, S. Pd., M. Pd.I
(Guru SMK Negeri Majalengka)
Dalam pendidikan formal, belajar menunjukkan adanya perubahan yang sifatnya positif sehingga pada tahap akhir akan didapat keterampilan, kecakapan dan pengetahuan baru. Hasil dari proses belajar tersebut tercermin dalam prestasi belajarnya. Namun dalam upaya meraih prestasi belajar yang memuaskan dibutuhkan proses belajar.
Proses belajar yang terjadi pada individu memang merupakan sesuatu yang penting, karena melalui belajar individu mengenal lingkungannya dan menyesuaikan diri dengan lingkungan disekitarnya. Menurut Oemar Hamalik (1994) belajar adalah “proses perubahan tingkah laku berkat interaksi dengan lingkungan”. Seseorang dinyatakan melakukan kegiatan belajar setelah ia memperoleh hasil, yakni terjadinya perubahan tingkah laku, misalnya dari tidak tahu menjadi tahu, dari tidak mengerti menjadi mengerti, dan sebagainya.
Belajar akan menghasilkan perubahan-perubahan dalam diri seseorang. Untuk mengetahui sampai seberapa jauh perubahan yang terjadi, perlu adanya penilaian. Begitu juga dengan yang terjadi pada seorang siswa yang mengikuti suatu pendidikan selalu diadakan penilaian dari hasil belajarnya. Penilaian terhadap hasil belajar seorang siswa untuk mengetahui sejauh mana telah mencapai sasaran belajar inilah yang disebut sebagai prestasi belajar.
Proses belajar di sekolah adalah proses yang sifatnya kompleks dan menyeluruh. Banyak orang yang berpendapat bahwa untuk meraih prestasi yang tinggi dalam belajar, seseorang harus memiliki Intelligence Quotient (IQ) yang tinggi, karena inteligensi merupakan bekal potensial yang akan memudahkan dalam belajar dan pada gilirannya akan menghasilkan prestasi belajar yang optimal. Menurut Binet dalam buku Winkel (1997) hakikat inteligensi adalah kemampuan untuk menetapkan dan mempertahankan suatu tujuan, untuk mengadakan penyesuaian dalam rangka mencapai tujuan itu, dan untuk menilai keadaan diri secara kritis dan objektif.
Kenyataannya, dalam proses belajar mengajar di sekolah sering ditemukan siswa yang tidak dapat meraih prestasi belajar yang setara dengan kemampuan inteligensinya. Ada siswa yang mempunyai kemampuan inteligensi tinggi tetapi memperoleh prestasi belajar yang relatif rendah, namun ada siswa yang walaupun kemampuan inteligensinya relatif rendah, dapat meraih prestasi belajar yang relatif tinggi. Itu sebabnya taraf inteligensi bukan merupakan satu-satunya faktor yang menentukan keberhasilan seseorang, karena ada faktor lain yang mempengaruhi. Menurut Goleman (2007), kecerdasan intelektual (IQ) hanya menyumbang 20% bagi kesuksesan, sedangkan 80% adalah sumbangan faktor kekuatan-kekuatan lain, diantaranya adalah kecerdasan emosional atau Emotional Quotient (EQ) yakni kemampuan memotivasi diri sendiri, mengatasi frustasi, mengontrol desakan hati, mengatur suasana hati (mood), berempati serta kemampuan bekerja sama.
Memang harus diakui bahwa mereka yang memiliki IQ rendah dan mengalami keterbelakangan mental akan mengalami kesulitan, bahkan mungkin tidak mampu mengikuti pendidikan formal yang seharusnya sesuai dengan usia mereka. Namun fenomena yang ada menunjukan bahwa tidak sedikit orang dengan IQ tinggi yang berprestasi rendah, dan ada banyak orang dengan IQ sedang yang dapat mengungguli prestasi belajar orang dengan IQ tinggi. Hal ini menunjukan bahwa IQ tidak selalu dapat memperkirakan prestasi belajar seseorang.
Tingkat kecerdasan rasional (rational intelegence) yang ditunjukkan oleh nilai IQ (intelegence Quotient) dianggap sebagai faktor utama yang menentukan prestasi belajar di sekolah. Namun banyak anak yang kecerdasannya di atas rata-rata, tetapi prestasi belajarnya tidak baik dan anak-anak yang kecerdasannya hanya rata-rata tetapi mampu berprestasi dengan baik di sekolah.
Menurut Danah Zohar dan Ian Marshal (2007) bahwa individu dalam kehidupannya tidak hanya membutuhkan logika/otak dan emosi saja, tetapi ada hal lain yang sangat berhubungan dengan kebermaknaan hidup yaitu spiritualitas yang selanjutnya mereka menyebutnya dengan kecerdasan spiritual. Dalam bukunya yang berjudul Spiritual Iintelligent (Kecerdasan Spiritual) (2007 : 4), mengemukakan bahwa:
“Kecerdasan spiritual adalah kecerdasan untuk menghadapi dan memecahkan persoalan makna dan nilai, yaitu kecerdasan untuk menempatkan perilaku dan hidup kita dalam konteks makna yang lebih luas dan kaya, kecerdasan untuk menilai bahwa tindakan atau jalan hidup seseorang lebih bermakna dibandingkan dengan yang lain”.

Apa yang dikemukakan oleh Danah Zohar tersebut di atas menggambarkan bahwa dewasa ini remaja tengah berada pada permasalahan spiritualitas yang erat kaitannya dengan kebermaknaan dan nilai-nilai kehidupan. Orang yang memahami tentang kebermaknaan hidup ini akan dijadikan sebuah motivasi bagi dirinya, serta dapat medorong dirinya untuk melakukan suatu kegiatan yang berguna, sehingga tidaklah berlebihan sekiranya kecerdasan spiritual ada yang menyebutnya dengan sebagai kecerdasan hati nurani yang mana dalam kajiannya mempertajam aspek moralitas.
Kecerdasan spiritual merupakan potensi internal individu yang digunakan untuk berhadapan dengan masalah eksistensial yaitu saat seseorang secara pribadi merasa terpuruk, terjebak oleh kebiasaan, kekhawatiran, dan masalah masa lalunya akibat masa masalah dan kesedihan. Kecerdasan spiritual menjadikan seseorang sadar bahwa ia memiliki masalah eksistesial dan membuat kita mampu mengatasinya, atau setidaknya berdamai dengan masalah tersebut (Agus Nggermanto : 2003).
Kecerdasan spiritual dipandang dapat menjadi salah satu solusi untuk mengatasi perilaku negatif remaja yang pada saat ini kerap menjadi permasalahan bagi lingkungan keluarga, lingkungan masyarakat maupun bagi remaja itu sendiri. Oleh sebab itu diperlukan peran serta keluarga dan sekolah untuk membantu remaja dalam mengembangkan kecerdasan spiritualnya.
Kemunculan istilah kecerdasan; baik kecerdasan emosional maupun kecerdasan spiritual dalam pendidikan, bagi sebagian orang mungkin dianggap sebagai jawaban atas kejanggalan tersebut. Seperti halnya teori yang diungkapkan Daniel Goleman bahwa EQ merupakan hal yang relatif baru dibandingkan IQ, namun beberapa penelitian telah mengisyaratkan bahwa kecerdasan emosional tidak kalah penting dengan IQ (Goleman, 2007).
Begitupun teori Danah Zohar, penggagas istilah tehnis SQ (Kecerdasan Spiritual) dikatakan bahwa kalau IQ bekerja untuk melihat ke luar (mata pikiran), dan EQ bekerja mengolah yang di dalam (telinga perasaan), maka SQ (spiritual quotient) menunjuk pada kondisi ‘pusat-diri’ ( Danah Zohar & Ian Marshall: SQ the ultimate intelligence: 2007). Kecerdasan ini adalah kecerdasan yang mengangkat fungsi jiwa sebagai perangkat internal diri yang memiliki kemampuan dan kepekaan dalam melihat makna yang ada di balik kenyataan apa adanya ini. Kecerdasan ini bukan kecerdasan agama dalam versi yang dibatasi oleh kepentingan-pengertian manusia dan sudah menjadi ter-kavling-kavling sedemikian rupa. Kecerdasan spiritual lebih berurusan dengan pencerahan jiwa. Orang yang ber – SQ tinggi mampu memaknai penderitaan hidup dengan memberi makna positif pada setiap peristiwa, masalah, bahkan penderitaan yang dialaminya. Dengan memberi makna yang positif itu, ia mampu membangkitkan jiwanya dan melakukan perbuatan dan tindakan yang positif
Berangkat dari pandangan bahwa sehebat apapun manusia dengan kecerdasan intelektual maupun kecerdasan emosionalnya pada saat-saat tertentu, melalui pertimbangan fungsi afektif, kognitif, dan konatifnya manusia akan meyakini dan menerima tanpa keraguan bahwa di luar dirinya ada sesuatu kekuatan yang maha Agung yang melebihi apa pun, termasuk dirinya. Penghayatan seperti itu menurut Zakiah Darajat (1970) disebut sebagai pengalaman keagamaan (religious experience).
Brightman (1956) menjelaskan bahwa penghayatan keagamaan tidak hanya sampai kepada pengakuan atas kebaradaan-Nya, namun juga mengakui-Nya sebagai sumber nilai-nilai luhur yang abadi yang mengatur tata kehidupan alam semesta raya ini. Oleh karena itu, manusia akan tunduk dan berupaya untuk mematuhinya dengan penuh kesadaran dan disertai penyerahan diri dalam bentuk ritual tertentu, baik secara individual maupun kolektif, secara simbolik maupun dalam bentuk nyata kehidupan sehari-hari (Abin Syamsuddin Makmun, 1996).
Begitupun yang terjadi pada remaja saat ini, mereka merasa senang jika mereka berada di lingkungan dimana mereka bebas untuk melakukan segala apa yang mereka inginkan. Tetapi justru disitulah mereka menemukan neraka di dalamnya, mereka terjebak di lingkungan yang sepi, sunyi dari ruh ilahiah. Tidak ada kedamaian di sana, yang ada hanyalah detik-detik penantian menuju kehancuran pada diri sendiri.
Berdasar pada temuan ilmiah yang digagas oleh Danah Zohar dan Ian Marshall di atas, dan riset yang dilakukan oleh para peneliti lainnya ditemukan adanya God Spot dalam otak manusia, yang sudah secara built-in merupakan pusat spiritual (spiritual centre), yang terletak diantara jaringan syaraf dan otak. Begitu juga hasil riset yang dilakukan oleh Wolf Singer menunjukkan adanya proses syaraf dalam otak manusia yang terkonsentrasi pada usaha yang mempersatukan dan memberi makna dalam pengalaman hidup kita. Suatu jaringan yang secara literal mengikat pengalaman kita secara bersama untuk hidup lebih bermakna. Pada God Spot inilah sebenarnya terdapat fitrah manusia yang terdalam (Ari Ginanjar, 2005).
Kajian tentang God Spot inilah pada gilirannya melahirkan konsep ’Kecerdasan Spiritual’, yakni suatu kemampuan manusia yang berkenaan dengan usaha memberikan penghayatan bagaimana agar hidup ini lebih bermakna.

Dipublikasi di Psikologi | Meninggalkan komentar

Futurologis Memandang Masa Depan

OPINI
FUTUROLOGIS MEMANDANG MASA DEPAN
Oleh : Rohmat, S. Pd., M. Pd.I

Berakhirnya tahun ajaran 2009-2010 dan menghadapi tahun ajaran baru 2010-2011, bagi dunia pendidikan dipandang sebagai isyarat untuk menghadapi masa depan yang penuh dengan tantangan dan tingkat kesulitan tinggi yang harus dihadapi oleh generasi penerus. Menatap masa depan, dapat diibaratkan menatap suatu pandangan yang sangat menakjubkan dan sekaligus mengerikan. Menatap masa depan bukan hanya menjanjikan kemudahan tapi juga kesulitan. Hanya bagi mereka yang memiliki kemampuan dan kualitas tinggi yang akan mampu tampil dimasa depan.
Untuk menjawab tantangan dan persoalan masa depan itu, tidaklah cukup dengan teori-teori yang membuat kepala pusing, melainkan memerlukan persiapan-persiapan dari berbagai sisi disertai partisipasi aktif segenap lapisan masyarakat. Disamping masyarakat pendidikan formal, juga dibutuhkan peran aktif dari masyarakat non-formal.
Masa depan seringkali diidentikkan dengan dengan generasi penerus. Yaitu generasi masa depan yang memiliki kualitas dan tanggungjawab terhadap kelangsungan hidup bangsa dan negara. Maka dari itu, untuk menyongsong masa depan yang penuh dengan tantangan itu, diperlukan generasi terdidik. Generasi yang terdidik dalam arti generasi yang dapat membekali dirinya dengan keahlian dan kemampuan. Dengan demikian nampak semakin jelas, bahwa persoalan masa depan lebih banyak tertumpu pada pendidikan. Keberhasilan kita (pemerintah) menghadapi tantangan dan persoalan masa depan, akan tergantung kepada keberhasilan kita dalam mendidik generasi penerus.
Permasalahan masa depan inilah yang menjadi fokus pembicaraan para futurologis, yaitu sekumpulan orang atau para ahli dari berbagai disiplin yang mencoba mengkaji berbagai kemungkinan dan kecendrungan yang bakal terjadi di masa depan dengan memperhitungkan berbagai gejala di masa lampau dan masa kini.
Sudah menjadi sunnatullah, informasi mengenai kecendrungan keadaan masa depan sangat penting untuk merancang dn melaksanakan berbagai tindakan masa kini, sebab pada hakikatnya apa yang dilakukan masa kini akan nampak hasilnya di masa yang akan datang.
Sudah menjadi maklum bahwa berbagai perubahan dalam setiap aspek kehidupan berlangsung dengan sangat cepat terutama dalam bidang ilmu pengetahuan dan teknologi (Iptek). Setiap ada perubahan dalam bidang tertentu , kemungkinan besar akan terjadi perubahan pada bidang yang lainnya. Perubahan-perubahan itu tidak selamanya dapat diprediksi secara pasti. Perkembangan dalam bidang ilmu pengetahuan dan teknologi, akan terjadi perubahan dalam bidang-bidang lain seperti sosial, budaya, ekonomi, dan pendidikan. Dengan demikian pada gilirannya akan ikut berpengaruh pula pada dunia pendidikan. Kalau sudah masuk ke dalam dunia pendidikan, tak dapat dipungkiri, guru sebagai aktor utama dalam dunia pendidikan memegang peranan penting dalam mempersiapkan generasi yang akan datang itu.
Dalam era globalisasi dan industrialisasi ini, masyarakat paling tidak memerlukan sumber daya manusia (SDM) yang unggul dalam pengertian mereka menguasai Ilmu Pengetahuan dan Teknologi, adaftif, kreatif, inovatif dan berakhlak mulia. Bila guru dipandang sebagai seorang yang harus memberi kemudahan bagi terwujudnya SDM seperti itu, maka guru sudah sewajarnya mempersiapkan dirinya untuk meningkatkan kompetensi-kompetensi untuk memenuhi tantangan yang akan dihadapinya nanti.
Tinggi rendahnya kemampuan seseorang dalam menyerap, mengadaptasi dan mengembangkan IPTEK tergantung dari pendidikan dan latihan yang diterima di bangku sekolah. Sedangkan kemungkinan keberhasilan dalam penerapannya dari pada kesesuaian antara pelaksanaan pendidikan dan program pengembangan ilmu dan teknologi. Oleh karena itu dalam menelaah masalah ini perlu dikaji lebih dahulu program pengembangan ilmu dan teknologi yang dengan sendirinya dalam kaitannya dengan pembangunan nasional.
Masa yang akan datang tidaklah sama dengan masa kini, apalagi dibandingkan dengan masa lampau, menantang pelakunya dengan pengetahuan, keterampilan dan sikap yang berbeda.. Juga akan menantang berbagai lembaga-lembaga pendidikan dengan cara-cara yang berbeda dengan masa sekarang ini.
Berbagai konsep dan pemikiran sudah banyak terlontar, masalah apa dan bagaimana seharusnya pendidikan menyikapi masa yang akan datang. Apabila pendidikan ditantang untuk menampilkan konsep pembaharuan dalam mengantisipasi masa depan, maka hal itu berarti bahwa guru harus mencari posisi yang lebih akurat dalam peranannya sebagai pendidik.
Pandangan para futurologis dalam menyikapi masa depan selanjutnya adalah mengenai peran dan fungsi guru, antara lain disebutkan bahwa guru berperan sebagai perantara antara konsumen (kebutuhan tenaga terampil) dan produsen (sumber daya manusia terdidik). Dalam kiprahnya, guru tidak lagi bekerja sendiri, melainkan perlu menjalin hubungan dengan pihak-pihak terkait lainnya. Guru tidak lagi berfungsi sebatas memberikan layanan secara langsung, tapi juga berperan sebagai perantara antara kebutuhan dan sumber-sumber lain yang tersedia. Oleh karena itu, guru harus dituntut untuk semakin banyak memahami persoalan yang terjadi di dalam kelas serta perkembangan yang dialami oleh peserta didik. Dengan cara seperti itu, maka guru akan dapat mengetahui, sumber daya apakah yang dibutuhkan oleh peserta didiknya. Dengan kata lain, guru berperan untuk membuat ikatan pertalian antara sumber daya yang dibinanya (peserta didik) dengan yang dibutuhkan di industri (dunia kerja).
Sebagai manajer (pendidik/guru) sumber daya manusia di masa yang akan datang, guru sangat memerlukan kompetensi yang berbeda dengan masa sekarang ini. Mereka perlu lebih fleksibel baik secara sosial maupun secara intelektual. Para pelaku utama dalam dunia pendidikan itu lebih banyak memerlukan persiapan untuk menggunakan pengetahuan yang dimilikinya ketimbang menumpuknya. Dan juga para pendidik itu lebih memerlukan untuk siap dilatih kembali dalam berbagai pengembangan sebagai konsekuensi pesatnya Ilmu Pengetahuan dan Tekhnologi. Semua itu diperlukan untuk menunjang keberhasilan tugas-tugasnya mendidik calon-calon warga negara di masa mendatang.
Dengan kenyataan seperti itu, seyogianya lembaga-lembaga pendidikan yang ‘menelorkan’ tenaga pendidik mampu menghasilkan guru yang profesional dan mampu menterjemahkan perkembangan zaman dimasa yang akan datang. Dan juga harapan dibebankan kepada guru agar mampu menyesuaikan tindakan pendidikannya dalam rangka menghadapi tuntutan dan tantangan masa depan.

Dipublikasi di Pendidikan | Meninggalkan komentar